Suatu ketika, tepatnya sore hari, ada 1 org pria yg menghampiri jalan dan ada seorang wanita yaitu AKU. Seorang pria itu menyapa ku dan memberikan ku senyuman hangat dan disitu pula aku pun tersenyum malu dan berkata dalam hati "HEY apa yg terjadi, dia menyapaku dan memberikan senyuman, ini sebuah mimpi". keesokkan harinya pun aku masih memikirkannya, pdhal cuma sapaan dan senyuman kecil, tapi buatku LUAR BIASA. "Tuhan apa yg telah terjadi sama diriku" engga mau menyerah, terus mencari dan mencari tentang dia, tapi apa daya ku tak mampu. Dan ide ku pun mulai muncul "kenapa engga ku cari lewat dunia maya saja /BAAK ya? Jaman udah modern."dan akhirnya ketemu juga. setelah ketemu, aku pun mulai dilema, "dan dia pun punya kekasih, aku gak mungkin mengkhianati kekasih karna kalo aku mengkhianati pasti kekasih ya akan sakit hati dan benci sama saya, hubungan yg dia bina pun lumayan cukup lama, tp aku pun gak mau menyia2kan kesempatan ini karna aku menyukai pria itu", akhirnya dengan menghitung hari aku memberanikan diri untuk mendekat pria itu lewat dunia maya. singkat cerita beberapa haripun berlalu, aku pun merasa seperti diatas awan terbang melayang "apakah ini mimpi ya tuhan?" senangnya luar biasa.hari selanjutnya aku dan dia pun memulai langkah pertama untuk memberanikan diri untuk saling mengenal melaui handphone tp bagi ku smua ini hanya khayalan untuk mendapatkannya krna aku tidak bisa memiliki hatinya secara utuh. dan aku pun brpikir2 , "jika aku bisa memiliki hatinya aku takut suatu hari nanti akan trjadi sesuatu pada aku" dan aku pun gak ingin itu .akhir nya aku memutuskan hanya mengagumi dan memendamnya saja krna hanya ini yg bisa aku lakukan, dan aku percaya sama tuhan apabila kamu jodoh aku pasti suatu saat nanti aku dan kamu dipersatukan cinta nya, aku pun percayai itu. Dengan beberapa hari aku mengetahui bahwa DIA dan KEKASIH nya sudah tidak menjalani hbungan nya lagi dan aku mengetahui dari dunia maya, aku pun saat itu sangat sangat bahagia krna aku pikir aku bisa mendekatinya lagi krna saat ini DIA lagi sendiri. Tp aku gak buru2 memiliki hatinya krna DIA aja habis putus ,dan aku merancang langkah2 itu sebelum aku memutuskannya untuk mendekati dan mengambil isi hatinya. Tp "apakah mungkin aku layak mengisi kekosongan hatinya?" aku pun menjawabnya: aku pun bisa krna aku pikir gak da yg gak mungkin selama aku positif ingin menjadi kekasihnya. Jika aku bisa mendapatkannya aku brjanji akan lebih2 menyayanginya seperti KEKASIH nya dulu menyayangi mu, tp semoga penantian ku mendapatkan kebahagiaan pada ku krna pengorbanan dan penantian itu gak semudah sperti mulut yg sedang mengucap / berbicara..
Sabtu, 12 Januari 2013
PEMBANGUNAN KOPERASI DI NEGARA BERKEMBANG ( INDONESIA )
Bab 12
Pembangunan koperasi
dapat diartikan sebagai proses perubahan yang menyangkut kehidupan perkoperasian
Indonesia guna mencapai kesejahteraan anggotanya. Tujuan pembangunan koperasi
di Indonesia adalah menciptakan keadaan masyarakat khususnya anggota koperasi
agar mampu mengurus dirinya sendiri (self help).
A. Permasalahan dalam
Pembangunan Koperasi
Koperasi bukan kumpulan
modal, dengan demikian tujuan pokoknya harus benar-benar mengabdi untuk
kepentingan anggota dan masyarakat di sekitarnya. Pembangunan koperasi di
Indonesia dihadapkan pada dua masalah pokok yaitu masalah internal dan
eksternal koperasi.
* Masalah internal
koperasi antara lain: kurangnya pemahaman anggota akan manfaat koperasi dan
pengetahuan tentang kewajiban sebagai anggota. Harus ada sekelompok orang yang
punya kepentingan ekonomi bersama yang bersedia bekerja sama dan mengadakan
ikatan sosial. Dalam kelompok tersebut harus ada tokoh yang berfungsi sebagai
penggerak organisatoris untuk menggerakkan koperasi ke arah sasaran yang benar.
* Masalah eksternal koperasi antara lain iklim yang mendukung pertumbuhan koperasi belum selaras dengan kehendak anggota koperasi, seperti kebijakan pemerintah yang jelas dan efektif untuk perjuangan koperasi, sistem prasarana, pelayanan, pendidikan, dan penyuluhan.
B. Kunci Pembangunan
Koperasi
Menurut Ace Partadiredja
dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, faktor-faktor yang menghambat
pertumbuhan koperasi Indonesia adalah rendahnya tingkat kecerdasan masyarakat
Indonesia. Hal ini disebabkan karena pemerataan tingkat pendidikan sampai ke
pelosok baru dimulai pada tahun 1986, sehingga dampaknya baru bisa dirasakan
paling tidak 15 tahun setelahnya.
Berbeda dengan Ace
Partadiredja, Baharuddin berpendapat bahwa faktor penghambat dalam pembangunan
koperasi adalah kurangnya dedikasi pengurus terhadap kelangsungan hidup
koperasi. Ini berarti bahwa kepribadian dan mental pengurus, pengawas, dan
manajer belum berjiwa koperasi sehingga masih perlu diperbaiki lagi.
Prof. Wagiono Ismangil
berpendapat bahwa faktor penghambat kemajuan koperasi adalah kurangnya kerja
sama di bidang ekonomi dari masyarakat kota. Kerja sama di bidang sosial
(gotong royong) memang sudah kuat, tetapi kerja sama di bidang usaha dirasakan
masih lemah, padahal kerja sama di bidang ekonomi merupakan faktor yang sangat
menentukan kemajuan lembaga koperasi.
Ketiga masalah di atas
merupakan inti dari masalah manajemen koperasi dan merupakan kunci maju atau
tidaknya koperasi di Indonesia.
Untuk meningkatkan
kualitas koperasi, diperlukan keterkaitan timbal balik antara manajemen
profesional dan dukungan kepercayaan dari anggota. Mengingat tantangan yang
harus dihadapi koperasi pada waktu yang akan datang semakin besar, maka
koperasi perlu dikelola dengan menerapkan manajemen yang profesional serta
menetapkan kaidah efektivitas dan efisiensi. Untuk keperluan ini, koperasi dan
pembina koperasi perlu melakukan pembinaan dan pendidikan yang lebih intensif
untuk tugas-tugas operasional. Dalam melaksanakan tugas tersebut, apabila belum
mempunyai tenaga profesional yang tetap, dapat dilakukan dengan bekerja sama
dengan lembaga-lembaga pendidikan yang terkait.
Dekan Fakultas
Administrasi Bisnis universitas Nebraska Gaay Schwediman, berpendapat bahwa
untuk kemajuan
koperasi maka manajemen
tradisional perlu diganti dengan manajemen modern yang mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut:
* semua anggota
diperlakukan secara adil,
* didukung administrasi yang canggih,
* koperasi yang kecil dan lemah dapat bergabung (merjer) agar menjadi koperasi yang lebih kuat dan sehat,
* pembuatan kebijakan dipusatkan pada sentra-sentra yang layak,
* petugas pemasaran koperasi harus bersifat agresif dengan menjemput bola bukan hanya menunggu pembeli,
* kebijakan penerimaan pegawai didasarkan atas kebutuhan, yaitu yang terbaik untuk kepentingan koperasi,
* manajer selalu memperhatikan fungsi perencanaan dan masalah yang strategis,
* memprioritaskan keuntungan tanpa mengabaikan pelayanan yang baik kepada anggota dan pelanggan lainnya,
* perhatian manajemen pada faktor persaingan eksternal harus seimbang dengan masalah internal dan harus selalu melakukan konsultasi dengan pengurus dan pengawas,
* keputusan usaha dibuat berdasarkan keyakinan untuk memperhatikan kelangsungan organisasi dalam jangka panjang,
* selalu memikirkan pembinaan dan promosi karyawan,
* pendidikan anggota menjadi salah satu program yang rutin untuk dilaksanakan.
* didukung administrasi yang canggih,
* koperasi yang kecil dan lemah dapat bergabung (merjer) agar menjadi koperasi yang lebih kuat dan sehat,
* pembuatan kebijakan dipusatkan pada sentra-sentra yang layak,
* petugas pemasaran koperasi harus bersifat agresif dengan menjemput bola bukan hanya menunggu pembeli,
* kebijakan penerimaan pegawai didasarkan atas kebutuhan, yaitu yang terbaik untuk kepentingan koperasi,
* manajer selalu memperhatikan fungsi perencanaan dan masalah yang strategis,
* memprioritaskan keuntungan tanpa mengabaikan pelayanan yang baik kepada anggota dan pelanggan lainnya,
* perhatian manajemen pada faktor persaingan eksternal harus seimbang dengan masalah internal dan harus selalu melakukan konsultasi dengan pengurus dan pengawas,
* keputusan usaha dibuat berdasarkan keyakinan untuk memperhatikan kelangsungan organisasi dalam jangka panjang,
* selalu memikirkan pembinaan dan promosi karyawan,
* pendidikan anggota menjadi salah satu program yang rutin untuk dilaksanakan.
Sumber:
Ign. Sukamdiyo,
Manajemen Koperasi, Erlangga, 1996, Hal. 27-33.
PERANAN KOPERASI DIBERBAGAI KEADAAN PERSAINGAN
Bab 11
Peranan koperasi
diberbagai keadaan persaingan :
1. Di
Pasar Persaingan Sempurna
Pada dasarnya pasar persaingan sempurna memiliki beberapa
ciri-ciri umum yaitu :
· Produk
yang dijual sejenis.
· Perusahaan
bebas untuk masuk atau keluar.
· Para
pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna.
2. Di pasar
Monopolistik
Ciri-cirinya
yaitu :
- Banyak penjual
atau pengusaha dari suatu produk yang seragam.
- Produk yang
dihasilkan tidak sama (homogen).
- Ada produk
substitusinya.
- Keluar atau
masuk ke industri relatif mudah.
- Harga produk
tidak sama di semua pasar, tetapi berbeda – beda sesuai keinginan penjual
nya.
3. Pasar
Monopsoni
Bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi
permintaan dan pembelinya. Dalam pengertian ini, pasar monopsoni adalah suatu
bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran dimana permintannya atau
pembeli hanya satu perusahaan.
Contohnya
: PT KAI (Kerata Api Indonesia)
4. Pasar
Oligopoli
Adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran dimana
terdapat beberapa penjual/ produsen yang menguasai permintaan pasar.
Ciri-ciri
pasar ini :
- Terdapat
beberapa penjual produsen yang menguasai pasar.
- Barang yang di
perjual-belikan dapat bersifat homogen ataupun berbeda.
- Terdapat
hambatan masuk bagi perusahaan diluar pasar untuk masuk kedalam pasar.
- Merupakan salah
satu pasar price leader yaitu penjual yang memilki pasar terbesar.
Sumber
:
EFISIENSI PERUSAHAAN KOPERASI
Bab 10
1. Efisiensi Perusahaan
Koperasi
Tidak
dapat dipungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahiranya dilandasi
oleh pikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh
akrena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya,
meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
Ukuran kemanfatatan
ekonomis adalah manfaat ekonomi dan pengukuranynya dihubungkan dengan teori
efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya
manfaat ekonomi.
Efisiensi merupakan
penghematan input yang diukur denngan cara membandingkan input anggaran atau
seharusnya (la) dengan input realisasi atau sesungguhnya.
Dihubungkan dengan waktu
terjadinya transaksi diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi
menjadi 2 jenis manfaat ekonomi yaitu :
1. Manfaat Ekonomi
Langsung (MEL)
MEL
adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat
terjadinya transaksi antara anggota dengankoperasinya.
2. Manfaat Ekonomi Tidak
Langsung
MELT adalah
manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pda saat terjadinya transaksi,
tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya sutu periode tertentu atau
periode pelaporan keuangan/ pertangguangjawaban pengurus dan pengawas yakni
penerimaan SHU anggota.
Manfaat ekonomi
pelayanan koperasi yang diterima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai
berikut :
TME =MEL +MELT
MEN = (MEL+MELT)-BA
Bagi suatu badan usaha
koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurposen), maka besarnya
manfaat ekonomi langsung dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
MEL
=Efp+EfPK+Evs+EvP+EvPU
MELT= SHUa
2. Efektivitas Koperasi
Efektivitas adalah
pencapaiaan target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran
atau seharusnya(OA), dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), Jika
Os>Oa disebut efektif.
Rumus perhitungan
Efektivitas Koperasi (EvK):
EvK = Realisasi SHUk +
Realisasi MEL
Anggaran SHUk + Anggaran
MEL
= Jika EvK >, berarti
Efektif
3. Produktivitas
Koperasi
Produktivitas adalah
pencapaian target output (O) atas input yang digunakan(I), jika (0>1)
disebut Produktif.
Rumus Perhitungan
Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUk X 100%
(1) Modal Koperasi
PPK =Laba bersih dari
uasaha dengan non anggota X 100%
Modal Koperasi
4. Analisis Laporan
Keuangan
Laporan Keuangan selain
merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan, koperasi juga merupakan bagian
dari laporan pertanggung jawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi.
Secara umum laporan keuangan meliputi :
1. Neraca
2. Perhitungan Hasil
Usaha
3. Laporan arus kas
4. Ctatan atas laporan
keuangan
5. Laporan Perubahan
kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan
Sumber :
http://rujakcom.blogspot.com/2011/11/evaluasi-keberhasilan-koperasi-dilihat_12.html
EFEK-EFEK EKONOMIS KOPERASI
Bab 9
Efek – Efek Ekonomis
Koperasi
Salah satu hubungan
penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang
kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota
sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah di
serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai
pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa,
menguntungkan tidak nya pelayanan koperasi dibandingkan penjual /pembeli di
luar koperasi.
Pada dasarnya setiap
anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
1. Jika kegiatan
tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2. Jika pelayanan itu di
tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di
banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.
Efek Harga dan Efek
Biaya
Istilah partisipasi
dikembangkan untuk menyatakan atau menunjukkan peran serta (keikutsertaan)
seseorang atau sekelompok orang dalam aktivitas tertentu. Karena itulah
Partisipasi anggota koperasi sangat menentukan keberhasilan koperasi.
Dimensi-dimensi pertisipasi dijelaskan sebagai berikut:
a. Dimensi partisipasi
dipandang dari sifatnya
Dipandang dari segi sifatnya, pertisipasi dapat berupa, partisipasi yang
dipaksakan (forced) dan partisipasi sukarela (foluntary). Jika tidak dipaksa
oleh situasi dan kondisi, partisipasi yang dipaksakan (forced) tidak sesuai
dengan prinsip koperasi keanggotaan terbuka dan sukarela serta manajemen demokratis.
Partisipasi yang sesuai pada koperasi adalah partisipasi yang bersifat
sukarela.
b. Dimensi
partisipasi dipandang dari bentuknya
Dipandang dari sifat keformalannya, partisipasi dapat bersifat formal (formal
participation) dan dapat pula bersifat informal (informal participation). Pada
koperasi kedua bentuk partisipasi ini bisa dilaksanakan secara bersama-sama.
c. Dimensi
partisipasi dipandang dari pelaksanaannya
Dipandang dari segi pelaksanaannya, partisipasi
dapat dilaksanakan secara langsung maupun tidak langsung. Pada koperasi
partisipasi langsung dan tidak langsung dapat dilaksanakan secara bersama-sama
tergantung pada situasi dan kondisi serta aturan yang berlaku. Partisipasi
langsung dapat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas koperasi (membeli atau
menjual kepada koperasi), memberikan saran-saran atau informasi dalam
rapat-rapat, memberikan kontribusi modal, memilih pengurus, dan lain-lain.
Partisipasi tidak langsung terjadi apabila jumlah anggota terlampau benyak,
anggota tersebar di wilayah kerja koperasi yang terintegrasi, sehingga
diperlukan perwakilan-perwakilan untuk menyampaikan aspirasinya.
. Dimensi
partisipasi dipandang dari segi kepentingannya
Dari
segi kepentingannya partisipasi dalam koperasi dapat berupa partisipasi
kontributis (contributif participation) dan partisipasi intensif (incentif
participation). Kedua jenis partisipasi ini timbul sebagai akibat dari peran
ganda anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan.
Dalam kedudukannya
sebagai pemilik:
1. Para anggota
memberikan kontribusinya terhadap pembentukan dan pertumbuhan perusahaan
koperasi dalam bentuk kontribusinya terhadap pembentukan dan pertumbuhan
perusahaan koperasi dalam bentuk kontribusi keuangan (penyerahan simpanan
pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela atau dana-dana pribadi yang
diinvestasikan pada koperasi), dan
2. Mengambil bagian
dalam penetapan tujuan, pembuatan keputusan dan proses pengawasan terhadap
jalannya perusahaan koperasi. Partisipasi semacam ini disebut juga partisipasi
kontributif.
Analisis Hubungan Efek
Ekonomis Dengan Keberhasilan Koperasi
Dalam badan usaha
koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang dikejar oleh manajemen, melainkan
juga aspek pelayanan (benefit oriented). Ditinjau dari konsep koperasi, fungsi
laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi
anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya
semakin tinggi manfaat yang diterima oleh anggota.
Keberhasilan koperasi di
tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partisipasi
dan partisipasi anggota sangat erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat
yang didapat oleh anggota tersebut.
Penyajian dan
analisis neraca pelayanan
Disebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para
anggotanya dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangan-tantangan
kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinyu
disesuaikan.
Ada dua faktor
utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya :
- Adanya
tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non-koperasi)
- Perubahan
kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan
kebutuhan ini akan
menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang
ditawarkan oleh koperasi.
Bila koperasi mampu
memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar
daripada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan
meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan
informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.
Penyajian dan Analisis
Neraca Pelayanan
Di sebabkan oleh
perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi,
terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota
harus secara kontinu di sesuaikan. Ada dua faktor utama yang mengharuskan
koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.
- Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain
(terutama organisasi non koperasi).
- Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan
waktu dan peradaban. Perubahankebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan
anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.
Bila koperasi mampu
memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari
pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan
meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi
yang datang terutama dari anggota koperasi.
Salah satu hubungan
penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang
kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota
sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah di
serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai
pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa,
menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual /pembeli di luar
koperasi.
Pada dasarnya setiap
anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi:
- Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
- Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau
syarat-syarat yang lebih menguntungkan di banding yang di perolehnya dari
pihak-pihak lain di luar koperasi.
REFERENSI :
ARTI MODAL KOPERASI
Bab 8
1. Arti Modal
Koperasi
Simpanan sebagai istilah penamaan modal koperasi pertama kali digunakan dalam
UU 79 tahun 1958, yaitu UU koperasi pertama setelah kemerdekaan. Sejak saat itu
sampai sekarang modal koperasi adalah simpanan.
2. Sumber Modal
A. Sumber – sumber Modal
Koperasi (UU NO.12/1967)
• Simpanan Pokok
• Simpanan Wajib
• Simpanan Sukarela
• Modal Sendiri
B. Sumber – Sumber Modal
Koperasi (UU NO.25/1992)
• Modal Sendiri (equity capital)
• Modal Pinjaman (dept capital)
Modal
sendiri terdiri dari :
1.
Simpanan pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada
koperasi pada saat masuk menjadi anggota.
2.
Simpanan wajib
Simpanan wajib adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan anggota dalam jangka
waktu tertentu. Biasanya dibayar tiap bulan
3.
Simpanan sukarela
Simpanan sukarela merupakan simpanan yang jumlah dan waktu pembayarannya tidak
ditentukan. Simpanan sukarela dapat diambil anggota sewaktu-waktu.
4.Dana cadangan
Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil
Usaha (SHU). Dana cadangan berfungsi untuk memupuk modal sendiri dan untuk
menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
5.
Dana hibah.
Dana hibah adalah dana pemberian dari orang atau lembaga lain kepada koperasi.
Modal pinjaman dapat
berasal dari:
1. anggota
2. koperasi lain
3. bank
4. sumber lain yang sah
3. Distribusi Cadangan
Koperasi
• Cadangan menurut UU No.25/1992
adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha yang
dimasukan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila
diperlukan.
• Sesuai anggaran dasar
yang menunjuk pada UU No. 12/1967 menentukan bahwa 25% dari SHU yang diperoleh
dari usaha anggota di sisihkan untuk cadangan , sedangkan SHU yang berasal
bukan dari usaha anggota sebesar 60% disisihkan untuk cadangan.
MANFAAT DISTRIBUSI
CADANGAN
• Memenuhi kewajiban
tertentu
• Meningkatkan jumlah
operating capital koperasi
• Sebagai jaminan untuk
kemungkinan – kemungkinan rugi di kemudian hari
• Perluasan usaha
JENIS dan BENTUK KOPERASI
Bab 7
JENIS DAN BENTUK
KOPERASI
1. Jenis Koperasi
Menurut PP
No. 60/1959
- Koperasi Desa
- Koperasi Pertanian
- Koperasi Peternakan
- Koperasi Perikanan
- Koperasi Kerajinan/Industri
- Koperasi Simpan Pinjam
- Koperasi Konsumsi
Menurut
teori klasik
Menurut
teori klasik terdapat 3 jenis Koperasi:
- Koperasi pemakaian
- Koperasi penghasil atau Koperasi produksi
- Koperasi Simpan Pinjam
2. KETENTUN PENJENISAN
KOPERASI SESUAI UU NO. 12/1967
·
Penjenisan Koperasi didasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu
golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas/kepentingan
ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-anggotanya.
· Untuk maksud
efisiensi dan ketertiban, guna kepetingan dan perkembangan Koperasi Indonesia,
di tiap daerah kerja hanya terdapat satu Koperasi yang sejenis dan setingkat.
3. BENTUK KOPERASI
a.
Sesuai PP No. 60/1959
- Koperasi Primer
- Koperasi Pusat
- Koperasi Gabungan
- Koperasi Induk
b.
Sesuai wilayah administrasi pemerintah
Di tiap desa ditumbuhkan Koperasi Desa
- Di tiap Daerah Tingkat II ditumbuhkan Pusat Koperasi
- Di tiap Daerah Tingkat I ditumbuhkan Gabungan Koperasi
- Di Ibu Kota ditumbuhkan Induk Koperasi
c. Koperasi primer dan sekunder
- Koperasi Primer merupakan
Koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari orang-orang.
- Koperasi Sekunder merupakan
Koperasi yang anggota-anggotanya adalah organisasi koperas.
sumber : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/resume-ekonomi-koperasi-bab-7bab-8/
Langganan:
Postingan (Atom)