Senin, 02 Juni 2014

Tugas2_Bahasa Inggris Bisnis 2



Application Letter

Jakarta, June 01th 2014
                       
Personnel Manager
Gawi Plantation
Gedung Graha Gawi, LT. 2
Jl. Setiabudi Selatan Kav. 10
Jakarta Selatan, 12920

Dear Mr / Mrs,
in response to your advertisement in http://www.loker.com June 02th  2014, I am applying for the staff accounting position in the PT. Gawi Plantation .The opportunity presented in this listing is very interesting, and I believe that my strong accounting education will make me a very competitive candidate for this position.
I am twenty one years old, single, in good health condition. I am be able to speak English and have a good skill in accounting which has been my education background. Now I feel I have the necessary qualification to fill the vacancy you offer.
I hope be very grateful if you could provide me with an opportunity for an interview.


Faithfully yours,

                                                                                                                                                                                                     Candra


Senin, 26 Mei 2014

Tugas1_Bahasa Inggris Bisnis 2


Memorandum

PT. Pesona Makmur
Jl. Raya Merdeka, No. 25 A
Jakarta Timur


Date                      : May 14th, 2014
From                     : Candra
To                         : All Staff
Subject                 : Requirement for leave

I would like to request a leave of absence for a period of 5 a days from 15th, 2014. The reason is that vacation.

As for the tasks that are the responsibility I've overcome, I have also requested Nita oversee any work that may need to be done in my absence.

I will return on time and as scheduled. Thank you.



Signature,


                                                                                                                                                      Candra

                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

Rabu, 06 November 2013

Penalaran Induktif



Penalaran Induktif adalah Proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip / sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus.

Contoh :

  •  Semua guru lulusan sarjana pendidikan

  • Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.


Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
                                             
1.       Macam-Macam  Penalaran Induktif :
  1. GENERALISASI

      Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum. Atau dengan kata lain proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.

Contoh:

Grace Natalie adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.
Fessy Alwi adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.
Generalisasi : Semua presenter berita berparas cantik.
Pernyataan "semua presenter berita berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.

Ø  Generalisasi sempurna: Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
                        Contoh: sensus penduduk

Ø  Generalisasi tidak sempurna: Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomenayang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
                        Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana             pantaloon.

            2.       ANALOGI

         adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat sama atau banyak persamaannya.
Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut:
1. Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.
2. Analogi dilakukan untuk menyingkapkan kekeliruan.
3. Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.

Contoh :

Nina adalah lulusan Akademi Amanah.
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan Akademi Amanah.
Oleh Sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik

            3.       HUBUNGAN KASUAL

      adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Hal ini terlihat ketika tombol ditekan yang akibatnya bel berbunyi. Dalam kehidupan kita sehari-hari, hubungan kausal ini sering kita temukan, seperti :

Contoh :

Ketika pulang dari pasar, Ibu Sonya melihat tanah di halamannya becek, ibu langsung menyimpulkan bahwa kain jemuran di belakang rumahnya pasti basah. Dalam kasus itu penyebabnya tidak ditampilkan yaitu hari hujan.                  
 
Sumber :  
ü          http://udinheroes.blogspot.com/2013/03/pengertian-induktif-induksi-dan-macam.html    
ü          http://storiangga.blogspot.com/2012/12/pengertian-penalaran-induktif.html
                                                                                                                                                                                     

Sabtu, 28 September 2013

Resensi / Buku





Kisah Jurnalis di Balik Berita


Judul: Jurnalis Berkisah
Penulis: Yus Aryanto
Penerbit: Metagraf
Tahun: 2012
Tebal:  227 halaman
Harga: Rp. 47.000


Wartawan adalah profesi yang memiliki risiko tinggi. Intimidasi serta ancaman kekerasan adalah hal yang mengintipnya setiap saat. Hanya idealisme dan keterpanggilan yang membuat seorang juru berita bertahan dengan profesi itu.
Menjabarkan semua itu dalam sebuah manuskrip yang teoritis hanya akan menghasilkan sebuah pemahaman yang kering. Berbeda jika hal itu dideskripsikan ataupun dituturkan si juru berita.
Itulah yang membuat buku ini menarik disimak sebagai sebuah teks yang menggambarkan mozaik kecil jagat jurnalistik, khususnya di Indonesia. Dari sini pembaca tidak hanya mencerap ikhwal kerja jurnalistik, melainkan juga berbagai dinamika yang terjadi di dalamnya.
Buku yang menceritakan kembali pengalaman para wartawan memang bukan barang baru. Seperti dikutip dalam pengantar buku ini, pernah terbit buku Jagat Wartawan Indonesia yang ditulis oleh Soebagijo IN di tahun 1980-an. Pernah juga terbit Pistol dan Pembalut Wanita yang merupakan antologi pengalaman wartawan media cetak yang bertugas di Bandung di tahun 2007.
Namun yang membedakan Jurnalis Berkisah dengan buku-buku tersebut ialah disertakannya satu ataupun dua "kasus", berkenaan dengan profesi yang mereka jalani. Inilah yang membuat cerita mengenai para wartawan ini semakin bernas.
Misalnya saja Mauluddin Anwar yang terbang ke Lebanon untuk meliput perang yang terjadi di Beirut. Petikan kisah mereka saat berada di medan pertempuran akan menjadi hal menarik tersendiri bagi pembaca.   
Memakai sudut pandang para wartawan dari berbagai jenis media, buku ini bagaikan sebuah representasi dunia media. Lihat saja, di dalamnya ada penuturan Najwa Shihab yang mewakili televisi berita, Telni Rusmitantri yang bergelut di tabloid hiburan, Tosca Santoso yang malang melintang di jurnalisme radio, Erwin Arnada yang pernah memimpin Palyaboy Indonesia, ataupun Linda Christanty yang membangun sindikasi Aceh News Service.
Satu hal yang mengikat kesepuluh jurnalis dalam buku ini, yakni kesetiaan pada profesi dan kebenaran. Memang ada petikan kisah-kisah heroik dari para wartawan tersebut. Namun itu bukan titik sentral, namun sebagai pintu masuk pada persoalan yang lebih besar.
Memang, juru berita adalah manusia biasa. Mereka memiliki ketakutan, mereka sempat gentar, pernah terpojokkan. Sebut saja kutipan kisah Linda Christanty yang sempat merasa ragu ketika mendapat tawaran untuk untuk tinggal di Aceh. Memang, Aceh sebagai medan konflik bukanlah tempat yang dimimpikan banyak orang. Tapi toh semua itu ditepisnya. Kepedulianlah yang membawanya terbang ke Aceh.
Benar saja, ketika tiba di Serambi Mekkah, banyak hal yang dapat dilakukan oleh Linda. Memberikan penyadaran melalui berbagai medium adalah hal yang diupayakannnya. Termasuk memberdayakan banyak orang muda untuk berbuat lebih banyak bagi Aceh lewat dunia jurnalistik.
Lewat buku ini pembaca tidak hanya akan menjumpai romantisme dunia jurnalistik, melainkan kompleksnya dunia jurnalistik terutama ketika ia berbenturan dengan berbagai kepentingan. Di sini neralitas dan keberpihakan harus mencari bentuknya kembali.***

Sumber : Jurnalis Berkisah