Minggu, 26 April 2015

Kasus KAP Enderson dan Enron

PERMASALAHAN KASUS ENRON

      A.    Latar belakang masalah
              Enron perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi, kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. Diversifikasi usaha tersebut, antara lain meliputi future transaction, trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan.Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia, mulai dari Amerika, Eropa, sampai ke Asia. Enron, suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.2 milyar.
Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor, kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih, termasuk wakil presiden Amerika Serikat. Kronologis, fakta, data dan informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan hancurnya Enron (debacle), dapat penulis kemukakan sebagai berikut:
      1.    Board of Director (dewan direktur, direktur eksekutif dan direktur non eksekutif membiarkan
             kegitan-kegitan bisnis tertentu mengandung unsur konflik kepentingan dan mengijinkan
             terjadinya transaksi-transaksi berdasarkan informasi yang hanya bisa di akses oleh Pihak
             dalam perusahaan (insider trading), termasuk praktek akuntansi dan bisnis tidak sehat
             sebelum hal tersebut terungkap kepada publik.
      2.    Enron merupakan salah satu perusahaan besar pertama yang melakukan out sourcing secara
             total atas fungsi internal audit perusahaan.


             a. Mantan Chief Audit Executif Enron (Kepala internal audit) semula adalah partner KAP
                 Andersen yang di tunjuk sebagai akuntan publik perusahaan.
             b. Direktur keuangan Enron berasal dari KAP Andersen.
             c. Sebagian besar Staf akunting Enron berasal dari KAP Andersen.
     3.    Pada awal tahun 2001 patner KAP Andersen melakukan evaluasi terhadap kemungkinan
            mempertahankan atau melepaskan Enron sebagai klien perusahaan, mengingat resiko yang
            sangat tinggi berkaitan dengan praktek akuntansi dan bisnis enron. Dari hasil evaluasi di
            putuskan untuk tetap mempertahankan Enron sebagai klien KAP Andersen.
     4.    Salah seorang eksekutif Enron di laporkan telah mempertanyakan praktek akunting
            perusahaan yang dinilai tidak sehat dan mengungkapkan kekhawatiran berkaitan dengan hal
            tersebut kepada CEO dan partner KAP Andersen pada pertengahan 2001. CEO Enron
            menugaskan penasehat hukum perusahaan untuk melakukan investigasi atas kekhawatiran
            tersebut tetapi tidak 
memperkenankan penasehat hukum untuk mempertanyakan pertimbangan
            yang melatarbelakangi 
akuntansi yang dipersoalkan. Hasil investigasi oleh penasehat hukum
            tersebut menyimpulkan 
bahwa tidak ada hal-hal yang serius yang perlu diperhatikan.
     5.    Pada tanggal 16 Oktober 2001, Enron menerbitkan laporan keuangan triwulan ketiga. Dalam
            laporan itu disebutkan bahwa laba bersih Enron telah meningkat menjadi $393 juta, naik $100
            juta dibandingkan periode sebelumnya. CEO Enron, Kenneth Lay, menyebutkan bahwa Enron
            secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. Ia juga tidak menjelaskan
            secara rinci tentang pembebanan biaya akuntansi khusus (special accounting charge/expense)
            sebesar $1 
miliar yang sesungguhnya menyebabkan hasil aktual pada periode tersebut menjadi
            rugi $644 juta. 
Para analis dan reporter kemudian mencari tahu lebih jauh mengenai beban $1
            miliar tersebut, dan 
ternyata berasal dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan
            yang didirikan oleh 
CFO Enron.
      6.   Pada tanggal 2 Desember 2001 Enron mendaftarkan kebangkrutan perusahaan ke pengadilan
            dan memecat 5000 pegawai. Pada saat itu terungkap bahwa terdapat hutang perusahaan yang
            tidak di laporkan senilai lebih dari satu milyar dolar. Dengan pengungkapan ini nilai investasi
            dan laba yang 
di tahan (retained earning) berkurang dalam jumlah yang sama.
      7.   Enron dan KAP Andersen dituduh telah melakukan kriminal dalam bentuk penghancuran
            dokumen yang berkaitan dengan investigasi atas kebangkrutan Enron (penghambatan
            terhadap proses peradilan
      8.   Dana pensiun Enron sebagian besar diinvestasikan dalam bentuk saham Enron. Sementara itu
            harga saham Enron terus menurun sampai hampir tidak ada nilainya.
      9.   KAP Andersen diberhentikan sebagai auditor enron pada pertengahan juni 2002. sementara
            KAP Andersen menyatakan bahwa penugasan Audit oleh Enron telah berakhir pada saat
            Enron mengajukan proses kebangkrutan pada 2 Desember 2001.
     10.  CEO Enron, Kenneth Lay mengundurkan diri pada tanggal 2 Januari 2002 akan tetapi masih
            dipertahankan posisinya di dewan direktur perusahaan. Pada tanggal 4 Pebruari Mr. Lay
            mengundurkan diri dari dewan direktur perusahaan.
     11.  Tanggal 28 Pebruari 2002 KAP Andersen menawarkan ganti rugi 750 Juta US dollar untuk
            menyelesaikan berbagai gugatan hukum yang diajukan kepada KAP Andersen.
     12.  Pemerintahan Amerika (The US General Services Administration) melarang Enron dan KAP
            Andersen untuk melakukan kontrak pekerjaan dengan lembaga pemerintahan di Amerika.
     13.  Tanggal 14 Maret 2002 departemen kehakiman Amerika memvonis KAP Andersen bersalah
            atas tuduhan melakukan penghambatan dalam proses peradilan karena telah menghancurkan
            dokumen dokumen yang sedang di selidiki.
     14.  KAP Andersen terus menerima konsekwensi negatif dari kasus Enron berupa kehilangan
            klien, pembelotan afiliasi yang bergabung dengan KAP yang lain dan pengungkapan yang
            meningkat mengenai keterlibatan pegawai KAP Andersen dalam kasus Enron.
     15.  Tanggal 22 Maret 2002 mantan ketua Federal Reserve, Paul Volkcer, yang direkrut untuk            melakukan revisi terhadap praktek audit dan meningkatkan kembali citra KAP Andersen
            mengusulkan agar manajeman KAP Andersen yang ada diberhentikan dan membentuk suatu komite            yang diketuai oleh Paul sendiri untuk menyusun manajemen baru.
     16.  Tanggal 26 Maret 2002 CEO Andersen Joseph Berandino mengundurkan diri dari jabatannya.
     17.  Tanggal 8 April 2002 seorang partner KAP Andersen, David Duncan, yang bertindak sebagai
            penanggungjawab audit Enron mengaku bersalah atas tuduhan melakukan hambatan proses
            peradilan dan setuju untuk menjadi saksi kunci dipengadilan bagi kasus KAP Andersen dan

            Enron .
     18.  Tanggal 9 April 2002 Jeffrey McMahon mengumumkan pengunduran diri sebagai presiden
            dan Chie Opereting Officer Enron yang berlaku efektif 1 Juni 2002.
     19   Tanggal 15 Juni 2002 juri federal di Houston menyatakan KAP Andersen bersalah telah
            melakukan hambatan terhadap proses peradilan.

B.     Pembahasan Masalah
                 Menurut teori fraud ada 3 komponen utama yang menyebabkan orang melakukan kecurangan, menipulasi, korupsi dan sebangsanya (prilaku tidak etis), yaitu opportunity; pressure; dan rationalization, ketiga hal tersebut akan dapat kita hindari melalui meningkatkan moral, akhlak, etika, perilaku, dan lain sebagainya, karena kita meyakini bahwa tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap kepercayaan publik (public trust). Praktik bisnis Enron yang menjadikannya bangkrut dan hancur serta berimplikasi negatif bagi banyak pihak.Pihak yang dirugikan dari kasus ini tidak hanya investor Enron saja, tetapi terutama karyawan Enron yang menginvestasikan dana pensiunnya dalam saham perusahaan serta investor di pasar modal pada umumnya (social impact). Milyaran dolar kekayaan investor terhapus seketika dengan meluncurnya harga saham berbagai perusahaaan di bursa efek. Jika dilihat dari Agency Theory, Andersen sebagai KAP telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder atau principal untuk memberikan suatu fairrness information mengenai pertanggungjawaban dari pihak agent dalam mengemban amanah dari principal. Pihak agent dalam hal ini manajemen Enron telah bertindak secara rasional untuk kepentingan dirinya (self interest oriented) dengan melupakan norma dan etika bisnis yang sehat. Lalu apa yang dituai oleh Enron dan KAP Andersen dari sebuah ketidak jujuran, kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis? adalah hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum.
1.  Auditor.
     Arthur Andersen (satu dari lima perusahaan akuntansi terbesar) adalah kantor akuntan Enron. Tugas dari Andersen adalah melakukan pemeriksaan dan memberikan kesaksian apakah laporan keuangan Enron memenuhi GAAP (generally accepted accounting practices). Andersen, disewa dan dibayar oleh Enron. Andersen juga menyediakan konsultasi untuk Enron, dimana hal ini melebihi wewenang dari akuntan publik umumnya. Selain itu Andersen mengalami konflik kepentingan akibat pembayaran yang begitu besar dari Enron, $5 juta untuk biaya audit dan $50 juta untuk biaya konsultasi.
2.   Konsultan hukum.
      Konsultan hukum Enron, khususnya Vinson & Elkins juga disewa oleh Enron. Konsultan hukum ini bertanggungjawab untuk menyediakan opini hukum atas strategi, struktur, dan legalitas umum atas semua yang dilakukan oleh Enron. Sama dengan Andersen, saat ditanyakan mengapa tidak ikut menghalangi ide dan aktivitas ilegal Enron, konsultan hukum ini menjelaskan bahwa Enron tidak memberikan informasi yang lengkap, khususnya tentang kepemilikan di SPEs.
3.   Regulator.
      Enron sebagai perusahaan yang melakukan perdagangan di pasar energi diawasi oleh Federal Energy Regulatory Commission (FERC), akan tetapi FERC tidak melakukan pengawasan secara mendalam. Hal ini dikarenakan Enron melakukan aktivitasnya dalam perdagangan listrik tidak di satu negara, yaitu antar negara.
4.   Pasar ekuitas.
      Sebagai perusahaan publik, Enron diharuskan mengikuti peraturan dari SEC. Akan tetapi dalam pengawasannya SEC, tidak melakukan investigasi secara mendalam atau melakukan konfirmasi ulang terhadap Enron. SEC hanya mengandalkan pada testimoni yang dibuat oleh lembaga lain seperti auditor perusahaan (Arthur Andersen). Sedangkan NYSE mengharuskan Enron memenuhi peraturan perdagangan di NYSE. Berbeda dengan SEC, NYSE tidak hanya melakukan verifikasi firsthand.
5.   Pasar hutang.
      Enron, seperti perusahaan lainnya menginginkan dan membutuhkan sebuah nilai rating. Sehingga Enron membayar Standard & Poors serta Moody’s untuk memberikan nilai rating. Rating ini dibutuhkan untuk sekuritas hutang perusahaan yang diterbitkan dan diperdagangkan di pasar. Yang menjadi masalah, perusahaan rating tersebut hanya melakukan analisis sebatas pada data yang diberikan kepada mereka oleh Enron, operasional dan aktivitas keuangan Enron. Terjadi perdebatan apakah perusahaan rating harus memeriksa total hutang perusahaan atau tidak. Khususnya yang berkaitan dengan SPEs. Meningkatnya defisit dalam arus kas perusahaan menyebabkan timbulnya masalah manajemen keuangan yang mendasar pada Enron. Pertumbuhan perusahaan membutuhkan adanya modal eksternal. Tambahan modal dapat diperoleh dari hutang baru dan ekuitas baru. Ken Lay dan Jeff Skilling, enggan untuk menerbitkan jumlah besar dari ekuitas baru. Karena akan mendilusi laba dan jumlah saham yang dipegang oleh pemegang saham. Pilihan menggunakan utang juga terbatas, dengan tingkat utang yang tinggi menyebabkan rating Enron hanya sebesar BBB, tingkat rating yang rendah oleh lembaga pemberi rating (Eiteman, dkk, 2007). Andrew Fastow bersama dengan asistennya membuat SPEs, alat yang digunakan dalam jasa keuangan. SPEs memiliki dua tujuan penting, pertama; menjual aset-aset yang bermasalah ke rekanan. Enron menghilangkan aset tersebut dari neraca, mengurangi tekanan akibat utang dan menyembunyikan kinerja buruk investasi. Hal ini dapat mendatangkan dana tambahan untuk membiayai kesempatan investasi baru. Kedua; memperoleh pendapatan untuk memenuhi laba yang disyaratkan oleh Wall Street.
SPEs dibiayai dari tiga sumber; (1) ekuitas dalam bentuk saham tresuri, (2) ekuitas dalam bentuk minimum 3% dari aset yang berasal dari pihak ketiga yang tidak berhubungan, (3) jumlah yang besar dari utang bank. Modal ini berada pada sisi kanan neraca SPEs, akan tetapi pada sisi kiri modal digunakan untuk membeli aset dari Enron. Hal ini menyebabkan harga saham SPEs berkaitan dengan harga saham Enron. Saat saham SPEs naik, maka saham Enron ter-apresiasi. Sedangkan saat harga saham SPEs turun, maka harga saham Enron ter-depresiasi (Eiteman, dkk, 2007). Menurunnya harga saham Enron hingga $47 per lembar saham pada bulan Juli 2001, menyebabkan investor curiga. Hal ini menyebabkan Sherron Watkins, wakil presiden Enron mencoba memperingatkan Kenneth Lay dengan membawa 6 lembar surat yang menjelaskan proses akuntan yang tidak wajar sehubungan dengan SPEs dan memperingatkan akan kecurangan proses akuntan. Akan tetapi peringatan Sherron Watkins tidak dihiraukan oleh Ken Lay, sehingga terjadilah tsunami di Enron. Harga sahamnya jatuh hingga tersisa $1 per lembar saham yang menyebabkan Enron bangkrut (Velasquez, 2006).Pada Bulan Februari 2002, Sherron Watkins dipanggil oleh DPR untuk menjelaskan skandal Enron, tentang aktivitas akuntansi perusahaan. Kemudian Sherron Watkins menjelaskan semua permasalahan tersebut, dan menyebabkan dirinya dijuluki sebagai courageous whistleblower (Velasquez, 2006).

Analisis
     Pada kasus ini dapat kita lihat bahwa Enron mengadopsi model SWM (Shareholder Wealth Maximization), dengan asumsi bahwa pasar efisien. Ini mengandung makna, harga saham selalu tepat memproyeksikan harapan akan return dan risiko yang dipersepsikan oleh investor. Model SWM ini fokus pada maksimalisasi nilai jangka panjang, bukan hanya jangka pendek. Sedangkan Enron lebih berfokus pada tujuan jangka pendek untuk memenuhi komitmen dengan Wall Street. Fokus jangka pendek oleh manajemen dan investor ini disebut dengan impatient capitalism. Karena masalah Enron melibatkan pihak-pihak internal maupun eksternal dalam bentuk kecurangan yang sistemik. Sehingga sulit mengungkapkan kecurangan yang Enron lakukan. Hal inilah yang mendorong pemerintah Amerika mengeluarkan Sarbanes Oxley Act 2002, pada tanggal 30 Juli 2002.
Menyelesaikan masalah yang terjadi:
·         Menerbitkan peraturan yang jelas untk mengatur transparansi pengungkapan transaksi keuangan
      antar perusahaan (regulator)
·         Tuntutan hukum terhadap manajemen Enron yang bertanggung-jawab atas terjadinya
      permasalahan ini
·         Dibubarkannya firma KAP Arthur Andersen
·         Jasa audit KAP dipisah dengan jasa konsultan perusahaan untuk independensi KAP
·         Banyak kasus auditor mengaudit laporan keuangan perusahaan tidak bekerja dibawah
      pengawasan komite audit (KA) dan tidak bebas dari pengaruh manajemen senior perusahaan
      sehingga perlu KA dari eksternal seperti akademisi dan praktisi akuntansi.

C.      Kesimpulan
          Dari kasus tersebut dapat kami simpulkan bahwa Enron dan KAP Arthur Andersen sudah melanggarkode etik yang seharusnya menjadi pedoman dalam melaksanakan tugasnya dan bukan untukdilanggar. Mungkin saja pelanggaran tersebut awalnya mendatangkan keuntungan bagi Enron,tetapi akhirnya dapat menjatuhkan kredibilitas bahkan menghancurkan Enron dan KAP ArthurAndersen. Dalam kasus ini, KAP yang seharusnya bisa bersikap independen tidak dilakukan oleh KAP.
Arthur Andersen. Karena perbuatan mereka inilah, kedua-duanya menuai kehancuran dimana Enronbangkrut dengan meninggalkan hutang milyaran dolar sedangakn KAP Arthur Andersen sendirikehilangan keindependensiannya dan kepercayaan dari masyarakat terhadap KAP tersebut, jugaberdampak pada karyawan yang bekerja di KAP Arthur Andersen dimana mereka menjadi sulit untukmendapatkan pekerjaan akibat kasus ini.Dalam kasus ini juga diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporankeuangan dengan mencatat keuntungan padahal perusahaan mengalami kerugian. Manipulasikeuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. Ini merupakansalah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi Auditor yang terjadi di Amerika Serikat, sebuahnegara yang memiliki perangkat Undang-undang bisnis dan pasar modal yang lebih lengkap. Hal initerjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain, dalam hal ini pihak-pihak yang selama inidiuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu. Hal ini buah darisebuah ketidakjujuran, kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutangdan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping prosesperadilan dan tuntutan hukum.Untuk itulah kode etik profesi harus dibuat untuk menopang praktik yang sehat bebas darikecurangan. Kode etik mengatur anggotanya dan menjelaskan hal apa yang baik dan tidak baik danmana yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai anggota profesi baik dalam berhubungandengan kolega, klien, publik dan karyawan sendiri. Yang harus menjadi sebuah pelajaran bahwasesungguhnya suatu praktik atau perilaku yang dilandasi dengan ketidakbaikan maka akhirnya akanmenuai ketidakbaikan pula termasuk kemadharatan bagi banyak pihak.

Sumber : http://amaliamel2.blogspot.com/2012/10/kasus-enron.html
               


Selasa, 14 April 2015

AKUNTANSI KOMPARATIF EROPA

Tugas Softskills

membahas lima negara Eropa. Bab ini membahas pada lima anggota Uni Eropa (EU) : Rebuplik Ceko, Perancis, Jeraman, Belanda dan Inggris, Perancis, Jerman dan Belanda merupakan anggota asli Masyarakat Ekonomi Eropa (European Economic Community ) ketika organisasi tersebut didirikan pada tahun 1857. Inggris bergabung pada tahun 1973. Keempar negara ini mempunyai ekonomi yang berkembang pesat dan merupakan rumah bagi banyak perusahaan multinasional terbesar dunia. Keempat negara tersebut merupakan beberapa pendiri International Accounting Standards (sekarang dikenal dengan International Accounting Standards Board, atau IASB), dan memiliki perana penting dalam mengatur agendanya, Republik Ceko merupakan sebuah negara yang perekonomiannya berkembang. Pada tahun 1989 saat anggota blok Soviet telah pecah, negara ini berubah dari sebuah ekonomi terencana menjadi ekonomi pasar. Perkembangan akuntansi di negara tersebut merupakan gambaran dari negara-negara lain dalam blok Soviet, Republik Ceko bergabung dalam Uni Eropa pada tahun 2004.
 A.    PENGAMATAN TENTANG STANDAR DAN PRAKTEK AKUNTANSI
            Standar akuntansi merupakan regulasi atau peraruran (sering kali termasuk hukum dan anggaran dasar) yang mengatur pengolahan laporan keuangan. Susunan standar merupakan proses perumusan standar akintansi. Jadi, standar akuntansi merupakan hasil dari susunan standar. Nanum, praktik yang sebenarnya bisa saja menyimpang dari apa yang diharuskan standar. Sedikitnya ada tiga alasan untuk hal ini.
            Pertama, di banyak negara hukuman untuk kegagalan dengan pernyataan akuntansi resmi dianggap lemah atau tidak efektif. Perusahaan tidak selalu mengikuti standar-standar yang ada jika tidak dipaksa. Kedua, perusahaan bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi daripada yang diharuskan. Ketiga, beberapa negara mengizinkan perusahaan untuk keluar dari jalur standar akuntansi jika hal tersebut bisa menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan dengan lebih baik. Untuk memeperoleh gambaran yang lengap tentang bagaimana akuntansi bekerja dalam sebuah negara, kita harus memeperhatikan proses penyusunan standar akuntansi, standar akuntansi yang menjadi hasilnya, dan praktik aktualnya. Audit menembahkan kredibilitas pada laporan keuangan.
            Susunan standar akuntansi biasanya menggabungkan kombinasi dari kelompok-kelompok sektor umum dan sektor umum dan swasta. Sektor swasta meliputi profesi akuntansi dan kelompok-kelompok lainnya yang dipengaruhi oleh proses pelaporan keuangan, seperti pengguna dan penyusun  laporan keuangan dan pegawai. Sektor umum meliputi perwakilan-perwakilan seperti petugas pajak, perwakilan pemerintah yang bertanggung jawab atas hukum komersial dan komisi keamanan. Pasar saham bisa mempengaruhi proses tersebut dan bisa berada pada sektor umum dan swasta, bergantung pada negaranya. Peran dan pengaruh kelompok-kelompok ini dalam menyusun standar akuntansi berbeda di setiap negara. Perbedaan ini membantu menjelaskan kenapa setiap standar berbeda di seluuh dunia.
            Hubungan antara standar akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit, dan tidak selalu nergerak dalam gerakan sat arah. Dalam beberapa kasus, praktik diambil dari standar; di kasus lain, standar diambil dari praktik. Praktik bisa dipengaruhi oleh tekanan pasar, seperti tekanan-tekanan yang berhubbungan dengan persaingan pendapatan dalam pasar modal. Perusahaan-perusahaan yang bersaing bisa begitu saja memberikan informasi di luar apa yang diharuskan sebagai tangggapan terhadap permintaan informasi oleh investor dan lainnya. Jika permintaan akan informasi tersebut cukup kuat, standar bisa diubah untuk menutup informasi yang awalnya bersifat sukarela.
 B.     IFRS DALAM UNI EROPA
          Pada tahun 2002, Uni Eropa menyutujui aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan yang terdaftar di pasar harus menggunakan IFRS dalam laporan keuangan gabungan dimulai dari tahun 2005.
Laporan keuangan IFRS terdiri atas neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan penjelasan yang mengungkap:
a. Kebijakan akuntansi yang diikuti
b. Penilaian yang dibuat manajemen dalam menerapkan kebijakan akuntansi yang penting
c. Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber-sumber penting tentang ketidakpastian
    informasi
Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri atas:
1.      Neraca
2.      Akun keuntungan dan kerugian (Laporan Laba Rugi)
3.      Catatan
Pengukuran Akuntansi    
·         Metode Akuisisi (pembelian)
·         Goodwill dikapitalisasi atau diamortisasi.
·         Aset berwujud dan tidak berwujud dinilai berdasarkan biaya.
·         Persediaan dinilai pada biaya rendah (FIFO) atau metode rata-rata.
·         Biaya riset dan pengembangan dikapitalisasi.
·         Pajak penghasilan yang ditangguhkan diberikan sepenuhnya untuk semua selisih sementara.
     C.   SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN LIMA NEGARA
1)      Perancis
         Akuntansi nasional Perancis diatur dalam Plan Comptable General, berisi:
         1.  Tujuan dan prinsip laporan dan akuntansi keuangan.
        2.   Definisi asset, utang, ekuitas pemegang saham, pendapatan, dan pengeluaran.
        3.   Aturan-aturan valuasi dan pengakuan.
        4.   Daftar akun, persyaratan penggunaannya, dan persyaratan tata buku lainnya yang telah
              distandarisasi.
        5.   Contoh laporan keuangan dan aturan presentasinya.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Ada lima perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan standar di Perancis:
1. Counseil National de la Comptabilite, atau CNC (Badan Akuntansi Nasional).
2. Comite de la Reglementation Comptable, atau CRC (Komite Regulasi Akuntansi).
3. Autorite des Marches Financiers, atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan).
4. Ordre des Experts-Comptables, atau OEC (Institut Akuntan Publik).
5. Compagnie Nationale des Commissaires aux Comptes, atau CNCC (Institut Nasional Undang
    undang Auditor).
Laporan Keuangan
Perusahaan Perancis harus melaporkan hal-hal berikut:
1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi
3. Catatan atas laporan keuangan
4. Laporan Direktur
5. Laporan Auditor
Patokan Akuntansi
·  Aset-aset berwujud biasanya dihitung berdasarkan nilai perolehan.
·  Depresiasi dilakukan menurut ketentuan pajak, biasanya dengan metode garis garis lurus atau
   saldo menurun.
·  Persediaan dinilai berdasarkan nilai terendah (FIFO) atau rata-rata tertimbang.
· Biaya riset dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya (akrual basis)
· Aset-aset yang dipinjamkan tidak dikapitalisasi, dan biaya sewa dibebankan.
· Utang untuk kepentingan pasca-pekerjaan tidak harus diakui dan pinjaman keuangan tidak perlu
  dikapitalisasi.
· Pajak-pajak yang ditangguhkan dihitung menggunakan metode kewajiban, dan dipotong ketika
  pembalikan perbedaan waktu bisa diperkirakan.
· Goodwill biasanya dikapitalisasi dan diamortisasi ke dalam pendapatan.
 2)     Jerman
Akuntansi nasional Jerman diatur dalam German Commercial Code (HGB), berisi:
1. memungkinkan perusahaan yang mengeluarkan ekuitas atau utang pada pasar modal resmi untuk
    menggunakan prinsip akuntansi internasional dalam laporan keuangan gabungan mereka.
2. memungkinkan adanya penetapan perusahaan sector swasta untuk menyusun standar akuntansi
    bagi laporan keuangan gabungan.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Ada lima perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan standar di Jerman:
1. German Accounting Standards Committee atau GASC, atau dalam bahasa Jerman, Deutsches
    Rechnungslegungs Standards Committee atau DRSC (Otoritas penyusun standar Jerman)
2. Financial Accounting Control Act (Badan pengontrol kepatuhan).
3. Financial Reporting Enforcement Panel atau FREP (Dewan sector swasta)
4. Federal Financial Supervisory Authority (Dewan sector public)
5. Wirtschaftsprufer atau WPs (Badan pemeriksa perusahaan)
Laporan Keuangan
Perusahaan Jerman harus melaporkan hal-hal berikut:
1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi
3. Catatan
4. Laporan Manajemen
5. Laporan Auditor
Pengukuran Akuntansi
·  Metode pembelian (akuisisi) menggunakan metode penggabungan usaha.
·  Aset dan utang dari badan usaha yang diakuisisi dinaikkan pada nilai yang ada.
·  Aset berwujud dinilai berdasarkan harga perolehan.
·  Persediaan dicatat pada biaya atau pasar yang lebih rendah.
·  Depresiasi dinilai sesuai dengan penurunan tingkat pajak.
·  Menggunakan pendekatan mata uang fungsional terhadap translasi mata uang asing.
·  Goodwill diuji setiap tahun untuk mengetahui adanya penurunan.
·  Pajak-pajak yang ditangguhkan biasanya tidak muncul dalam akun perusahaan pribadi,
   namun pajak tersebut bisa muncul dalam laporan gabungan.
 3)     Republik Ceko
Undang-undang dan praktik akuntansi Republik Ceko lebih menyesuaikan dengan standar Barat yang menggambarkan prinsip-prinsip yang ditanamkan dalam European Union Directives.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
·  Accountancy Act: menentukan persyaratan untuk akuntansi.
. Fourth and Sevent Directives dari Uni Eropa: menetapkan penggunaan daftar perkiraan untuk
  pembukuan catatn dan penyusunan laporan keuangan.
· Czech Securities Commission: bertanggung jawab mengawasi dan memantau pasar modal.
· Act on Auditors: Mengatur proses audit.
·                     Chamber of Auditors: mengawasi pendaftaran, pendidikan, pengujian dan menertibkan auditor, penyusunan standar audit dan regulasi praktik audit seperti format laporan audit.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri atas:
1. Neraca
2. Akun keuntungan dan kerugian (Laporan Laba Rugi)
3. Catatan
      Pengukuran Akuntansi
·  Metode Akuisisi (pembelian)
·  Goodwill dikapitalisasi atau diamortisasi.
·  Aset berwujud dan tidak berwujud dinilai berdasarkan biaya.
·  Persediaan dinilai pada biaya rendah (FIFO) atau metode rata-rata.
·  Biaya riset dan pengembangan dikapitalisasi.
·  Pajak penghasilan yang ditangguhkan diberikan sepenuhnya untuk semua selisih sementara
          
4)      Belanda
Belanda memiliki undang-undang akuntansi dan persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas tapi standar praktik professional yang sangat tinggi.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Regulasi akuntansi di Belanda tetap bersifat liberal hingga munculnya Act on Annual Financial Statements pada tahun 1970 yang berisi:
·  Laporan keuangan tahunan harus menunjukkan gambaran yang jelas dari posisi keuangan dan hasil
   tahun tersebut, dan semua artikelnya harus dikelompokkan dan dijelaskan dengan tepat.
·  Laporan keuangan harus disusun berdasarkan praktik bisnis yang aman.
·  Dasar-dasar untuk penulisan asset dan utang serta untuk menentukan hasil operasi harus
   diungkapkan.
·  Laporan keuangan harus disusun pada dasar yang konsisten, dan pengaruh material dari perubahan
   dalam prinsip-prinsip akuntansi harus diungkapkan dengan tepat.
·  Informasi keuangan yang komparatif untuk periode terdahulu harus diungkapkan dalam laporan
   keuangan dan catatan kaki yang menyertainya.
      Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus meliputi hal-hal:
1.      Neraca
2.      Laporan Laba Rugi
3.      Catatan
4.      Laporan Direktur
5.      Informasi lain yang sudah ditentukan
      Pengukuran Akuntansi
·  Goodwill dikapitalisasi dan diamortisasi
·  Persediaan dinilai dengan FIFO, LIFO atau rata-rata
·  Semua asset tidak berwujud memiliki usia terbatas.
·  Biaya riset dan pengembangan hanya dikapitalisasi ketika jumlahnya bisa ditutup kembali
·  Pajak penghasilan yang ditangguhkan diakui berdasarkan konsep alokasi yang komprehensif.
 5)      Inggris
Sejak tahun 1970-an, sumber paling penting untuk pengembangan dalam undang-undang perusahaan adalah EU Directives, terutama Fourth and Seventh Directive.
      Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Undang-undang tahun 1981 memuat 5 prinsip akuntansi dasar, yaitu:
1.  Pendapatan dan beban disesuaikan dengan dasar akrual.
2.  Aset dan kewajiban individu dalam setiap golongan asset dan kewajiban dihitung secara terpisah.
3.  Prinsip konservatisme (kehati-hatian) diterapkan, khususnya dalam pengenalan penghasilan yang
     didapat dan semua kewajiban dan kerugian yang ditemukan.
4.  Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten diharuskan dari tahun ketahun.
5.  Prinsip perusahaan yang terus berjalan bisa diterapkan untuk entitas yang sedang dihitung.
Enam dewan akuntansi di Kerajaan Inggris:
1.      The Institute of Chartered Accountants in England dan Wales
2.      The Institute of Chartered Accountants in Ireland
3.      The Institute of Chartered Accountants in Scotland
4.      The Association of Chartered Certified Accountants
5.      The Chartered Institute of Management Accountants
6.      The Chartered Institute of Public Finance and Accountancy
      Laporan Keuangan
Laporan keuangan Inggris mencakup hal-hal:
1.      Laporan direktur
2.      Akun Laba dan Rugi serta neraca
3.      Laporan arus kas
4.      Laporan keseluruhan laba dan rugi
5.      Laporan kebijakan akuntansi
6.      Catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan
7.      Laporan auditor
      Penghitungan akuntansi
·  Goodwill dikapitalisasi dan diamortisasi selama kurang dari 20 tahun
·  Aset-aset dihitung pada harga perolehan, biaya sekarang atau gabungan keduanya
·  Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan dengan dasar perhitungan yang digunakan untuk
   asset-aset yang mendasarinya
·  Persediaan dihitung berdasarkan FIFO atau rata-rata
·  Pajak yang ditangguhkan dihitung menggunakan metode hutang dengan dasar provisi penuh untuk
   perbedaan berdasarkan waktu.

Sumber : Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku 1 Edisi 6. 2010: Salemba Empat.


Frederick D.S. Choi, 2010, "Akuntansi Internasional Buku 1 Edisi 6
http://abdulmadjidarfiansyah.blogspot.com/2013/04/akuntansi-komparatif.html

http://bennyantoni.blogspot.com/2012/06/beberapa-pengamatan-tentang-standar-dan.html